JABATAN KEPALA AKUNTANSI DAN KEUANGAN

 

PAPER

JABATAN KEPALA AKUNTANSI DAN KEUANGAN

 

Di susun untuk memenuhi salah satu tugas softskill:

Dosen: Evan Indrajaya

Mata kuliah: Etika Profesi Akuntansi  

Image 

 

Di susun oleh :

 

Nama : SEPTYA RIDHOYATNI

NPM : 26210477

Kelas : 4 EB 21

 

 

 

UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS EKONOMI

2013

 

 

KATA PENGANTAR

 

Bismillahirrohmanirrohim

Assalamu’alaikum Wr. Wb

Dengan memanjatkan puji syukur kehadirat  ALLAH SWT, atas segala rahmat dan karunia-Nya, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas paper ini yang berjudul “MANAJER AKUNTANSI DAN KEUANGAN”. Adapun tujuan dari tugas paper ini untuk memenuhi salah satu tugas softskill Etika Profesi Akuntansi.

            penulis menyadari sepenuhnya, bahwa dalam tugas paper ini terdapat banyak kekurangan, untuk itu penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan-kesalahan dan dengan senang hati akan menerima segala kritik dan saran dari semua pihak guna perbaikan dimasa yang akan datang.

penulis berharap agar kiranya tugas paper ini dapat memberikan sumbangan bermanfaat nantinya bagi rekan-rekan dan pihak yang membacanya. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb 

 

Jakarta,  Oktober 2013

                                      

 

                           Penulis            


 

DAFTAR ISI

 

Cover  ………………………………………………………………………………………… i

Kata Pengantar ………………………………………………………………..……………. ii

Daftar Isi …………………………………………………………………………………….. iii

BAB I             PENDAHULUAN ……………………………………………………………. 1

1.1              Latar Belakang Masalah ………………………………………………. 1

1.2              Rumusan Masalah ……………………………………………………. 1

1.3              Tujuan Masalah ………………………………………………………. 1

BAB II. PEMBAHASAN ……………………………………………………………………. 2

            2.1       Etika Jabatan Kepala Akuntansi dan Keuangan ……………………… 2

            2.2       Fungsi Jabatan Kepala Akuntansi dan Keuangan ……………………. 7

            2.3       Tugas Jabatan Kepala Akuntansi dan Keuangan …………………..… 8

            2.4       Tanggung Jawab Jabatan Kepala Akuntansi dan Keuangan ………….. 8

            2.5       Wewenang Jabatan Kepala Akuntansi dan Keuangan …..…………… 9

            2.6       Hubungan Kerja Jabatan Kepala Akuntansi dan Keuangan …..……… 9

BAB III                      PENUTUP …………………………………………………………………… 10

            3.1       Kesimpulan ……………………………………………………….… 10

Daftar Pustaka ………………………………………………………………………………. 11

 

 

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1              Latar Belakang Masalah

Seorang kepala akuntansi dan keuangan yang baik harus mengetahui etika sebagai kepala akuntansi dan keuangan. Sebelum kita membahas Etika dalam Akuntansi Keuangan dan Manajemen, sebaiknya terlebih dahulu kita harus mengetahui apa itu Akuntansi Keuangan dan Akuntansi Manajemen. Akuntansi keuangan adalah bagian dari akuntansi yang berkaitan dengan penyiapan laporan keuangan untuk pihak luar, seperti pemegang saham, kreditor, pemasok, serta pemerintah. Hal penting dari akuntansi keuangan adalah adanya Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang merupakan aturan-aturan yang harus digunakan di dalam pengukuran dan penyajian laporan keuangan untuk kepentingan eksternal, Dengan demikian, diharapkan pemakai dan penyusun laporan keuangan dapat berkomunikasi melalui laporan keuangan ini, sebab mereka menggunakan acuan yang sama yaitu SAK.

Jabatan kepala akuntansi dan keuangan adalah jabatan di suatu perusahaan terutama bertanggung jawab untuk mengelola resiko keuangan korporasi. Pejabat ini juga bertanggung jawab untuk perencanaan keuangan dan pencatatan, serta pelaporan keuangan untuk manajemen yang lebih tinggi.

 

1.2              Rumusan Masalah

Adapun rumusan masalah sebagai berikut :

  1. Bagaimana etika jabatan kepala akuntansi dan keuangan?
  2. Bagaimana fungsi dan tugas jabatan kepala akuntansi dan keuangan?
  3. Bagaimana tanggungjawab dan wewenang jabatan kepala akuntansi dan keuangan?

 

1.3              Tujuan Penulisan

  1. Untuk mengetahui etika jabatan kepala akuntansi dan keuangan.
  2. Untuk mengetahui fungsi dan tugas jabatan kepala akuntansi dan keuangan.
  3. Untuk mengetahui tanggung jawab dan wewenang jabatan kepala akuntansi dan keuangan.

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1       Etika Jabatan Kepala Akuntansi dan Keuangan

Etika Profesi yang harus diperhatikan dan dipatuhi oleh pihak-pihak yang terkait dalam proses penginformasian Manajemen, serta dapat menghindari hal-hal yang dapat merugikan Manajemen demi tercapainya tujuan yang diinginkan, adapun hal-hal tersebut antara lain :

  1. 1.      Competance (Kompetensi)

Arti kata Competance disini adalah setiap praktisi Akuntansi Manajemen dan Manajemen Keuangan memiliki tanggung jawab untuk :

  • Menjaga tingkat kompetensi profesional sesuai dengan pembangunan berkelanjutan, pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.
  • Melakukan tugas sesuai dengan hukum, peraturan dan standar teknis yang berlaku.
  • Mampu menyiapkan laporan yang lengkap, jelas, dengan informasi yang relevan serta dapat diandalkan.

 

Confidentiality (Kerahasiaan)

Dalam hal kerahasiaan ini Praktisi akuntansi manajemen dituntut untuk :

  • Mampu menahan diri dari mengungkapkan informasi rahasia yang diperoleh dalam pekerjaan, kecuali ada izin dari atasan atau atas dasar kewajiban hukum.
  • Menginformasikan kepada bawahan mengenai kerahasiaan informasi yang diperoleh, agar dapat menghindari bocornya rahasia perusahaan. Hal ini dilakukan juga untuk menjaga pemeliharaan kerahasiaan.
  • Menghindari diri dari mengungkapkan informasi yang diperoleh untuk kepentingan pribadi maupun kelompok secara ilegal melalui pihak ketiga.

 

Integrity (Integritas)

Praktisi akuntansi manajemen dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab untuk:

  • Menghindari adanya konflik akrual dan menyarankan semua pihak agar terhindar dari potensi konflik.
  • Menahan diri dari agar tidak terlibat dalam kegiatan apapun yang akan mengurangi kemampuan mereka dalam menjalankan tigas secara etis.
  • Menolak berbagai hadiah, bantuan, atau bentuk sogokan lain yang dapat mempengaruhi tindakan mereka.
  • Menahan diri dari aktivitas negati yang dapat menghalangi dalam pencapaian tujuan organisasi.
  • Mampu mengenali dan mengatasi keterbatasan profesional atau kendala lain yang dapat menghalagi penilaian tanggung jawab kinerja dari suatu kegiatan.
  • Mengkomunikasikan informasi yang tidak menguntungkan serta yang menguntungkan dalam penilaian profesional.
  • Menahan diri agar tidak terlibat dalam aktivitas apapun yang akan mendiskreditkan profesi.

 

Objektivity (Objektivitas)

Praktisi akuntansi manajemen dan manajemen keuangan memiliki tanggung jawab untuk:

  • Mengkomunikasikan atau menyebarkan informasi yang cukup dan objektif
  • Mengungkapkan semua informasi relevan yang diharapkan dapat memberikan pemahaman akan laporan atau rekomendasi yang disampaikan.
  1. Whistle Blowing

Whistle blowing merupakan tindakan yang dilakukan oleh seseorang atau beberapa orang karyawan untuk membocorkan kecurangan baik yang dilakukan oleh perusahaan atau atasannya kepada pihak lain. Pihak yang dilaporkan ini bisa saja atasan yang lebih tinggi ataupun masyarakat luas.

Rahasia perusahaan adalah sesuatu yang konfidensial dan memang harus dirahasiakan, dan pada umumnya tidak menyangkut efek yang merugikan bagi pihak lain, entah itu masyarakat atau perusahaan lain.

Whistle Blowing terbagi dalam dua macam, yaitu:

  • Whistle blowing internal

Hal ini terjadi ketika seorang atau beberapa orang karyawan mengetahui kecurangan yang dilakukan oleh karyawan lain atau kepala bagiannya kemudian melaporkan kecurangan itu kepada pimpinan perusahaan yang lebih tinggi.

Motivasi utama dari whistle blowing ini adalah : demi mencegah kerugian bagi perusahaan tersebut, karena hal tersebut sangat sensitif maka untuk mengamankan posisinya, karyawan pelapor perlu melakukan beberapa langkah pencegahan, antara lain:

  1. Mencari cara yang paling cocok dalam penyampaian tanpa harus menyinggung perasaan sesama karyawan atau atasan yang ditegur.
  2. Anda perlu mencari dan mengumpulkan data sebanyak mungkin sebagai pegangan konkret untuk menguatkan posisinya, kalau perlu disertai dengan saksi-saksi kuat.
  • Whistle blowing eksternal

Whistle Blowing ini menyangkut kasus dimana seorang pekerja mengetahui kecurangan yang dilakukan perusahaannnya lalu membocorkannya kepada masyarakat karena dia tahu bahwa kecurangan itu akan merugikan masyarakat. Motivasi utamanya adalah mencegah kerugian bagi masyarakat atau konsumen.

Tentu saja terdapat beberapa hal yang perlu diperhatikan adalah langkah yang tepat sebelum membocorkan kasus itu ke luar, khususnya untuk mencegah sebisa mungkin agar nama perusahaan tidak tercemar karena laporan itu,,kecuali kalau terpaksa.

  1. Memastian bahwa kerugian yang ditimbulkan oleh kecurangan tersebut sangat serius dan berat serta merugikan banyak orang. Dalam hal ini etika utilitarianisme dapat dipakai sebagai dasar pertimbangan.
  2. Kalau menurut penilaian karyawan yang melapor kecurangan tersebut cukup besar dan serius serta merugikan banyak orang, sebaiknya membawa kasus tersebut kepada staf manajemen untuk mencari jalan dalam memperbaiki dan menghentikan kecurangan itu.
  3. Creative Accounting

Istilah creative menggambarkan suatu kemampuan berfikir dan menciptakan ide yang berbeda daripada yang biasa dilakukan, juga dapat dikatakan mampu berfikir diluar kotak (out-of-the box). Jaman sekarang diprofesi apapun kita berada senantiasa dituntut untuk selalu creative. Namun pada saat kita mendengar istilah ‘creative accounting’, seperti sesuatu hal yang kurang ‘etis’. Beberapa pihak menafsirkan negative, dan berpandangan skeptis serta tidak menyetujui, namun beberapa melihat dengan pandangan netral tanpa memihak.

Dua jenis pengungkapan yang dapat diberikan dalam laporan keuangan yaitu:

  1. Mandatory disclosure (pengungkapan wajib)
  2. Voluntary discolure (pengungkapan sukarela)
  3. Fraud (Kecurangan)

Pengertian Fraud Devinisi Fraud menurut Black Law Dictionary adalah Kesengajaan atas salah pernyataan terhadap suatu kebenaran atau keadaan yang disembunyikan dari sebuah fakta material yang dapat mempengaruhi orang lain untuk melakukan perbuatan atau tindakan yang merugikan, biasanya merupakan kesalahan namun dalam beberapa kasus (khususnya dilakukan secara disengaja) memungkinkan merupakan suatu kejahatan.
Ada pula yang mendefinisikan Fraud sebagai suatu tindak kesengajaan untuk menggunakan sumber daya perusahaan secara tidak wajar dan salah menyajikan fakta untuk memperoleh keuntungan pribadi. Adapun unsur-unsur tersebut adalah :

  • Harus terdapat salah pernyataan (misrepresentation)
  • Dari suatu masa lampau (past) atau sekarang (present)
  • Fakta bersifat material (material fact)
  • Dilakukan secara sengaja atau tanpa perhitungan (make-knowingly or recklessly)
  • Dengan maksud (intent) untuk menyebabkan suatu pihak beraksi
  • Pihak yang dirugikan harus beraksi (acted) terhadap salah pernyataan tersebut
    (misrepresentation)
  • Ada yang merugikannya (detriment).

Faktor Pemicu Fraud (Kecurangan)4 Terdapat empat faktor pendorong seseorang untuk melakukan kecurangan, yang disebut juga dengan teori GONE, yaitu:

  • Greed (keserakahan)
  • Opportunity (kesempatan)
  • Need (kebutuhan)
  • Exposure (pengungkapan)

 

Kategori Kecurangan

  1. Berdasarkan pencatatan
  • Pencurian aset yang tampak secara terbuka pada buku
  • Pencurian aset yang tampak pada buku, namun tersembunyi diantara catatan akuntansi yang valid
  • Pencurian aset yang tidak tampak pada buku, dan tidak akan dapat dideteksi melalui pengujian transaksi akuntansi “yang dibukukan”
  1. Berdasarkan frekuensi
  • Tidak berulang (non-repeating fraud)
  • Berulang (repeating fraud)
  • Berdasarkan konspirasi
  • Berdasarkan keunikan
  • Kecurangan khusus (specialized fraud)
  • Kecurangan umum (garden varieties of fraud)

 

Pencegahan Kecurangan

Kecurangan yang mungkin terjadi harus dicegah antara lain dengan cara –cara berikut:

a)      Membangun struktur pengendalian intern yang baik
Pengendalian intern terdiri atas 5 ( lima ) komponen yang saling terkait yaitu :

  • Lingkungan pengendalian ( control environment ) menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur.
  • Penaksiran risiko ( risk assessment ) adalah identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menenetukan bagaimana risiko harus dikelola.
  • Standar Pengendalian ( control activities ) adalah kebijakan dari prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan.
  • Informasi dan komunikasi ( information and communication ) adalah pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dari waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggungjawab mereka.
  • Pemantauan ( monitoring ) adalah proses menentukan mutu kinerja pengendalian intern sepanjang waktu. Pemantauan mencakup penentuan disain dan operasi pengendalian yang tepat waktu dan pengambilan tindakan koreksi.

b)      Mengefektifkan aktivitas pengendalian

c)      Meningkatkan kultur organisasi

d)     Mengefektifkan fungsi internal audit

e)      Menciptakan struktur penggajian yang wajar dan pantas

f)       Mengadakan Rotasi dan kewajiban bagi pegawai untuk mengambil hak cuti

g)      Memberikan sanksi yang tegas kepada yang melakukan kecurangan dan berikan penghargaan kepada mereka yang berprestasi

h)      Membuat program bantuan kepada pegawai yang mendapatkan kesulitan baik dalam hal keuangan maupun non keuangan, dan hal-hal lain yang dapat mencegah munculnya kecurangan.

  1. Fraud Auditing

Fraud Auditing merupakan Audit atas Kecurangan, yang dapat didefinisikan sebagai Audit Khusus yang dimaksudkan untuk mendeteksi dan mencegah terjadinya penyimpangan atau kecurangan atas transaksi keuangan. Fraud auditing termasuk dalam audit khusus yang berbeda dengan audit umum terutama dalam hal tujuan yaitu fraud auditing mempunyai tujuan yang lebih sempit (khusus) dan cenderung untuk mengungkap suatu kecurangan yang diduga terjadi dalam pengelolaan asset/aktiva.

 

2.2       Fungsi Jabatan Kepala Akuntansi dan Keuangan

  1. Membantu Direktur Keuangan dan Akuntansi dalam memimpin, menerapkan pedoman sistem akuntansi yang telah ditetapkan agar menghasilkan informasi yang berguna baik bagi manajemen dalam menjalankan fungsinya maupun diperlukan untuk melaporkan operasi perusahaan kepada pihak luar serta menjamin terciptanya pengawasan intern (internal control) perusahaan.
  2. Membantu Direktur Keuangan & Umum dalam mengkoordinasikan kegiatan pengelolaan keuangan beserta administrasinya, penyusunan laporan keuangan, dan penyusunan anggaran tahunan (RKAP).

 

2.3       Tugas Jabatan Akuntansi dan Keuangan

  1. Memimpin dan menerapkan pedoman sistem akuntansi yang telah disetujui Direktur Keuangan dan Akuntansi yaitu mulai dari pemeriksaan bukti-bukti akuntansi, pencatatannya, pengelompokan sampai dengan penyusunan laporan keuangan menurut pedoman Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan (PSAK).
  2. Memimpin penyusunan laporan keuangan (Laporan Posisi Keuangan, Laporan Laba-Rugi Komprehensif, Laporan Mutasi Ekuitas, Laporan Laba Ditahan, Laporan Arus Kas, Catatan atas Laporan Keuangan) dan mengkonsolidasikan semua laporan keuangan tersebut untuk pihak manajemen serta laporan keuangan untuk pihak luar agar laporan tersebut benar, teliti dan tepat waktu.
  3. Mengatur dan mengawasi pelaksanaan tugas yang dibebankan kepada bawahannya menurut sistem dan prosedur yang ditentukan.
  4. Memeriksa dan menandatangani Laporan Mutasi Piutang dan Laporan Mutasi Hutang, sebelum disampaikan kepada Direktur Keuangan dan Akuntansi.
  5. Secara periodik, besama-sama dengan Bagian Gudang melaksanakan pemeriksaan fisik persediaan (stock Opname) barang yang ada di gudang.
  6. Memeriksa pembuatan berita acara pemeriksaan fisik persediaan yang ada di gudang sebelum disampaikan kepada Direktur Keuangan dan Akuntansi.
  7. Membuat laporan-laporan manajemen dari bagiannya secara periodic.

 

2.4       Tanggung Jawab Jabatan Kepala Akuntansi dan Keuangan

  1. Terkendalinya kegiatan Akuntansi Manajemen, Keuangan, dan Sistem Informasi Keuangan.
  2. Terselenggaranya proses keuangan yang akuntabel.
  3. Tersusunnya anggaran perusahaan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan oleh Direksi.
  4. Tersajinya laporan manajemen yang bermakna bagi Direksi untuk menyusun kebijakan.
  5. Tersusunnya sistem informasi akuntansi dan keuangan yang up to date.
  6. Terpenuhinya semua kewajiban dan pertanggungjawaban keuangan perusahaan kepada pihak yang berwenang.
  7. Terlaksananya penyusunan RKAP yang benar, memadai, dan tepat waktu.
  8. Tersajinya kajian kelayakan investasi dalam surat-surat berharga, akuisisi, merger, dan privatisasi.
  9. Tersajinya penghitungan harga pokok dan tarif.

 

2.5       Wewenang Jabatan Kepala Akuntansi dan Keuangan

  1. Mengusulkan perubahan / penggeseran anggaran kepada Direktur Keuangan & Umum.
  2. Melakukan perubahan nomor rekening.
  3. Melakukan perubahan bentuk laporan keuangan.
  4. Meneliti dan menandatangani R/K.
  5. Mengusulkan mata anggaran kepada Direktur Keuangan & Umum.
  6. Menandatangani cek / giro sesuai ketentuan yang berlaku
  7. Meneliti / memeriksa dan mengusulkan perubahan kebijakan akuntansi kepada Direktur Keuangan & Umum.
  8. Mengkoordinasikan penyusunan Laporan keuangan Perusahaan.
  9. Mengajukan pembayaran seluruh kewajiban perusahaan (perpajakan, retribusi, dan dividen) serta pertanggungjawaban keuangan perusahaan kepada pihak yang berwenang.
  10. Mengevaluasi dan mengajukan usulan kelayakan investasi kepada Direksi.
  11. Sebagai koordinator dalam pengembangan sistem informasi akuntansi & keuangan.

 

2.6       Hubungan Kerja Jabatan Kepala Akuntansi dan Keuangan

  1. Kepala Akuntansi & Keuangan bertanggung jawab langsung kepada Direktur Keuangan & Umum.
  2. Kepala Akuntansi & Keuangan membawahi :
    1. Kepala Bagian Sistem Informasi Akuntansi
    2. Kepala Bagian Akuntansi Manajemen
    3. Kepala Bagian Keuangan


 

BAB III

PENUTUP

 

3.1       Kesimpulan

            Dari uraian tersebut dapat disimpulkan, setiap jabatan kepala akuntansi dan keuangan harus memperhatikan hal-hal berikut ini :

–        Harus mengetahui etika menjadi seorang kepala akuntansi dan keuangan

–        Tidak melakukan kecurangan yang dapat merugikan pihak internal maupun eksternal

–        Mengetahui bagaimana fungsi jabatan kepala akuntansi dan keuangan

–        Melakukan tugas-tugasnya dengan baik dan tepat

–        Bertanggung jawab dan berwewenang dengan kegiataan yang behubungan dengan akuntansi dan keuangan

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

http://www.kbn.co.id/document/Div%20Akt%20dan%20Keu.pdf

 

http://manajemenkeuanganakuntansi.blogspot.com/2012/11/uraian-tugas-manager-keuangan-dan.html

 

http://ridwannopia2eb06.wordpress.com/2013/01/23/bab-8-etika-dalam-akuntansi-keuangan-dan-manajemen/

 

http://id.wikipedia.org/wiki/Chief_financial_officer

 

thesis.binus.ac.id/Doc/Bab3/2006-2-01133-IF-bab%203_.pdf

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s