INVESTASI DI KOTA JAKARTA

PAPER

INVESTASI DI KOTA JAKARTA

Disusun Oleh :

SEPTYA RIDHOYATNI

(26210477)

1 EB 19

PEREKONOMIAN INDONESIA

UNIVERSITAS GUNADARMA

FAKULTAS EKONOMI

TAHUN 2010 / 2011

INVESTASI DI KOTA JAKARTA

A. Latar Belakang

Investasi merupakan suatu pengeluaran sejumlah dana dari investor atau pengusaha untuk membiayai kegiatan produksi dengan tujuan mendapatkan profit di masa yang akan datang. Investasi tercipta dari pendapatan yang di tabung atau dari penanaman modal baik secara langsung maupun tidak langsung oleh berbagai pihak dengan tujuan memperbesar output dan meningkatkan pendapatan di kemudian hari. Investasi yang lazim di sebut dengan istilah penanaman modal, akan memberikan banyak pengaruh kepada perekonomian suatu Negara ataupun dalam cakupan yang lebih kecil, yaitu daerah.

Adakalanya pada suatu tingkat pendapatan nasional tertentu, tingkat investasi mencapai tingkat yang tinggi dan menjadi sangat berbeda pada saat-saat lainnya. Hal ini dapat dimungkinkan karena besarnya tingkat investsi yang sangat bergantung kepada besarnya harapan yang akan dicapai di masa yang akan datang. Apabila ramalan di masa akan datang prospektif, maka ada kecenderungan para investor akan melakukan lebih banyak investasi, dan begitu pula sebaliknya.

Pasar modal merupakan tempat dilakukannya investasi pada aset finansial. Pasar modal merupakan tempat pertemuan dan proses transaksi antara penawaran dan permintaan surat berharga. Pasar modal memberikan kepada pihak yang mempunyai surplus dana suatu kesempatan berinvestasi dalam surat berharga (marketable securites) dan memudahkan pihak yang memerlukan dana untuk memperoleh dana. Saham merupakan salah satu alternatif dalam aset finansial. Kebutuhan akan informasi yang relevan dalam pengambilan keputusan investasi dalam aset finansial di pasar modal sangat dibutuhkan oleh investor. Suatu pendekatan dalam menganalisis harga saham dipasar modal sangat dibutuhkan oleh investor. Suatu pendekatan dalam menganalisis harga saham dipasar modal yang dapat membantu investor dalam membuat keputusan investasi adalah pendekatan fundamental dan teknikal. Pendekatan secara fundamental ini mendasarkan analisanya pada suatu anggapan bahwa setiap saham mempunyai nilai intrinstik. Nilai

intrinstik adalah nilai nyata (true value) yang ditentukan oleh faktor fundamental perusahaan. Fokus dari pendekatan ini adalah pada laporan keuangan untuk pendeteksi perbedaan antara harga pasar sekuritas dengan nilai intristiknya.

B. Masalah

Pada lingkup Kota Jakarta, tingkat Investasi juga terjadi di berbagai sektor, terutama setelah krisis ekonomi yang terjadi pada tahun 1997. hal ini dapat di pahami, karena kota Jakarta berkedudukan sebagai ibu kota. Jakarta juga berperan sebagai pusat kegiatan ekonomi yang memiliki potensi dan daya tarik di Indonesia, sehingga merupakan pasar potensial bagi kegiatan investor, di samping itu Kota Jakarta memiliki berbagai macam keunggulan baik di sektor industri, pariwisata, kelautan dan jasa. Yang harus digali dan dikembangkan lagi untuk kemajuan Kota Jakarta. Untuk mengetahui sejauh mana investasi di Kota Jakarta maka perlu dilakukan penelitian tentang  “Daya tarik Kota Jakarta dalam menarik investasi asing”.

C. Landasan Teori

Berdasarkan teori ekonomi, investasi berarti pembelian (dan produksi) dari modal barang yang tidak dikonsumsi tetapi digunakan untuk produksi yang akan datang (barang produksi). Contohnya pembentukan suatu kawasan ekonomi (KEK) khusus disuatu wilayah akan menarik banyak investor untuk menanamkan modalnya di KEK tersebut yang selanjutnya akan meningkatkan ekspor dari wilayah tersebut pada khususnya dan dari negara bersangkutan pada umumnya. Investasi adalah suatu komponen dari Pendapatan Nasional dengan rumus  :

Y = C + I + G + (X-M)

Fungsi investasi pada aspek tersebut dibagi pada investasi non-residential (seperti pabrik dan mesin) dan investasi residential (rumah baru). Investasi adalah suatu fungsi pendapatan dan tingkat bunga, dilihat dengan kaitannya I= (Y,i). Suatu pertambahan pada pendapatan akan mendorong investasi yang lebih besar, dimana tingkat bunga yang lebih tinggi akan menurunkan minat untuk investasi sebagaimana hal tersebut akan lebih mahal dibandingkan dengan meminjam uang. Walaupun jika suatu perusahaan lain memilih untuk menggunakan dananya sendiri untuk investasi, tingkat bunga menunjukkan suatu biaya kesempatan dari investasi dana tersebut daripada meminjamkan untuk mendapatkan bunga.

D. Pembahasan Masalah

Arus Net PMA (juta dollar AS)

NAMA KOTA TAHUN 1996 TAHUN 1997
Jakarta 6194.6 4677.0

Dari tabel diatas dapat disimpulkan dari tahun 1996 ke tahun 1997 mengalami penurunan investasi asing di Kota Jakarta. Dalam era globalisasi dan perdagangan bebas saat ini, membentuk suatu kawasan perdagangan bebas atau kawasan ekonomi khusus juga merupakan salah satu cara yang populer untuk meningkatkan investasi. Pembahasan masalah perkembangan jumlah proyek penanaman modal asing (PMA) di Kota Jakarta, dapat dilihat dari beberapa aspek, yaitu :

1. Strength (Kekuatan)

Pada tahun 1996 Arus investasi di kota Jakarta secara keseluruhan sangat menarik bagi PMA. Pada saat itu tingkat penduduk yang masih stabil disertai dengan tingkat pendapatan yang cukup tinggi dan minat mengkonsumsi serta kemampuan untuk membeli barang mudah terjangkau. Selain itu Kota Jakarta sebagai ibu kota yang mempunyai kelebihan di beberapa sektor. Pada tahun tersebut pula antara inflasi dan situasi moneter yang berkesinambungan, menjadi hal utama menarik para investor untuk menanamkan modalnya.

Pada tahun tersebut investasi yang berkembang pada sektor perdagangan, termasuk hotel dan restoran sebesar 7,6 persen, sehingga peranannya terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 16,7 persen dan mampu menyerap  tenaga kerja sebanyak 13,7 juta orang atau 17,5 persen dari keseluruhan jumlah tenaga kerja. Total keseluruhan investasi di kota Jakarta sebersar 6194.6.

2. Weakness (Kelemahan)

Di kota Jakarta jika diperhatikan pada bidang politik, muncul banyak issue dan konflik menyebabkan banyak terjadi pemberontakan disertakan pengerusakan dan ketidakstabilan sosial. Kemungkinan para investor tidak jadi menanam modalnya, karena risikonya lebih besar dibandingkan dengan keuntungannya. Hal ini mengakibatkan PMA pada Kota Jakarta mengalami penurunan pada tahun 1997.

Sektor pertanian ternyata mampu bertahan pada  masa krisis,  namun demikian dalam perkembangannya menunjukkan adanya kecenderungan penurunan kontribusi relatif sektor pertanian terhadap PDB pada masa sebelum krisis. Investasi yang ditanamkan pada sektor pertanian diharapkan mampu mendorong kenaikan output dan permintaan input sehingga berpengaruh terhadap kenaikan pendapatan dan perluasan kesempatan kerja yang selanjutnya dapat mendorong  pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pemulihan ekonomi.

3. Opportunity (Peluang)

Berdasarkan kekuatan pada tahun 1996, adanya beberapa faktor positif menimbulkan banyaknya  jumlah proyek dan investasi dari perusahaan PMA, penanaman modal di Kota Jakarta secara langsung berdampak positif dalam memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan peluang berwirausaha.

4. Threats (Tantangan/Hambatan)

Tantangan utama yang dihadapi pada tahun 1997 adalah dengan bidang keamanan, ketentraman dan ketertiban kota yang belum memadai. Dengan kondisi keamanan dan stabilitas yang memadai, dipercaya akan mampu menciptakan arus investasi yang baik bagi aktivitas di bidang ekonomi, sosial dan politik.

KESIMPULAN

Investasi di kota Jakarta yang terjadi selama 1996 mengalami kenaikan di sektor industri makanan dan pertanian.  Walaupun pada tahun 1997 mengalami masa krisis namun investasi pada sektor pertanian mampu bertahan dan diharapkan mampu mendorong kenaikan output dan permintaan input sehingga berpengaruh terhadap kenaikan pendapatan dan perluasan kesempatan kerja yang selanjutnya dapat mendorong  pertumbuhan ekonomi dan mempercepat pemulihan ekonomi.

SARAN

Investasi yang berkembang di Indonesia khususnya kota Jakarta seharusnya pemerintah tidak hanya fokus pada satu sektor saja seperti sektor pertanian. Tetapi seharusnya investasi ditingkatkan pada semua sektor agar dapat meningkatkan pendapatan nasional Indonesia dan membuat perekonomian Indonesia menjadi lebih baik.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s