Sejarah Ekonomi Indonesia

SEJARAH EKONOMI INDONESIA

Dalam pidato yang diucapkan oleh Wakil Presiden RI dalam konferensi ekonomi di Yogya pada tanggal 3 Pebruari 1946 dikatakan bahwa dasar politik perekonomian RI terpancang dalam UUD 1945 ”untuk memajukan kesejahteraan umum”. Terdapat pada pasal 33 yang berisi :

-          Ayat 1  : perekonomian disusun sebagai usaha bersama berdasar atas asas kekeluargaan.

-          Ayat 2 : cabang-cabang produksi yang penting bagi negara dan menguasai hajat hidup orang   banyak dikuasai oleh negara.

-          Ayat 3  : bumi dan air dan kekayaan alam yang terkandung didalamnya dikuasai oleh negara dan dipergunakan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

Dalam memajukan perekonomian Indonesia melibatkan antara lain :

-          Orang perorangan       (individu, perusahaan perorangan)

-          Perusahaan                  (PT, Firma, CV) → Modal pokoknyadari penjualan saham

-          Pemerintah                  (BUMN)

-          Koperasi                      → Pertama kali ada di Inggris, modalnya dari simpanan pokok, simpanan wajib, simpanan sukarela.

Perekonomian Indonesia di bagi 4 periode :

1. Pemerintahan Orde Lama (1950-1996)

Keadaan perekonomian Indonesia pada saat itu sangat buruk, politik tidak mendukung pembangunan Indonesia yang dikenal dengan istilah Mercusuar. Dikarenakan selama dekade 1950-an hingga pertengahan tahun 1965, Indonesia dilanda gejolak politik di dalam negeri dan beberapa pemberontakan di sejumlah daerah. Walaupun sempat mengalami pertumbuhan dengan laju rata-rata per tahun hampir 7 % selama dekade 1950-an, dan setelah itu turun drastis menjadi rata-rata per tahun hanya 1,9% atau bahkan nyaris mengalami statgflasi selama tahun 1965-1966. Selain itu, selama periode orde lama, kegiatan produksi di sektor pertanian dan sektor industri manufaktur berada pada tingkat yang sangat rendah. Pada saat itu pemerintah lebih banyak membangun proyek-proyek besar seperti Monumen Nasional, Istora Senayan, Kali malang, dan sebagainya. Hal itu menyebabkan adanya demonstrasi seperti tuntutan mahasiswa ”TRITURA”.

2. Pemerintahan Orde Baru (1966-Mei 1998)

Masa pemerintahan Soeharto, masa dimana Indonesia melakukan pembangunan. Dalam era orde baru perhatian pemerintah lebih ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lewat pembangunan ekonomi dan sosial di tanah air. Dengan tujuan stabilisasi, pertumbuhan ekonomi, dan pemerataan penduduk. Maka itu lah Soeharto disebut sebagai Bapak Pembangunan.

3. Pemerintahan Transisi (Mei 1998-November 1999)

Di masa ini terjadi krisis rupiah yang menjelma menjadi krisis ekonomi akhirnya juga memunculkan suatu krisis politik yang dapat dikatakan terbesar dalam sejarah Indonesia sejak merdeka tahun 1945.

4. Pemerintahan Reformasi (2000-2001)

Pada awal pemerintahan reformasi yang dipimpin oleh presiden Wahid, masyarakat umum dan kalangan pengusaha serta investor, termasuk investor asing, menaruh pengharapan besar terhadap kemampuan dan kesungguhan Gus Dur untuk membangkitkan kembali perekonomian nasioanal dan menuntaskan semuan permasalahan yang didalam negeri warisan rezim orde baru, seperti korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN), supremasi hukum, hak asasi manusia (HAM), penembakan tragedi trisakti, semanggi I dan II, peranan ABRI di dalam politik, dan masalah disintegrasi.


SISTEM EKONOMI INDONESIA

Sistem ekonomi adalah sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Sebuah sistem ekonomi terdiri atas unsur-unsur manusia sebagai subjek; barang-barang ekonomi sebagai objek; serta seperangkat kelembagaan yang mengatur dan menjalinnya dalam kegiatan berekonomi.

a. Sistem Ekonomi Kapitalis

Sistem ekonomi kapitalis adalah suatu sistem ekonomi dimana kekayaan yang produktif terutama dimiliki secara pribadi dan produksi terutama dilakukan untuk dijual. Ada 6 asas yang dapat dilihat sebagai ciri dari sistem ekonomi kapitalis, yakni sebagai berikut :

  1. Hak milik pribadi
  2. Kebebasan berusaha dan kebebasan memilih
  3. Motif kepentingan diri sendiri
  4. Persaingan
  5. Harga ditentukan oleh mekanisme pasar
  6. Peranan terbatas pemerintah

b. Sitem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi sosialis adalah kebalikan dari sistem ekonomi kapitalis. Bagi kalangan sosialis pasar justru harus dikendalikan melalui perencanaan terpusat. Dikembangkan oleh komunisme (semua bisa memiliki dan harus bekerja), menggabungkan komunisme dan sosialis. Kriteria sistem ekonomi sosilisme, sebagai berikut :

1. ada kebebasan individu dan sekaligus kebijaksanaan perlindungan usaha.

2. prinsip-prinsip pemerataan sosial menjadi tekad warga masyarakat.

3. kebijaksanaan siklus bisnis dan kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi.

4. kebijaksanaan pertumbuhan menciptakan kerangka hukum dan prasarana (sosial) yang terkait dengan pembangunan ekonomi.

5.  kebijaksanaan struktural, dan

6. konformitas pasar dan persaingan

c. Sistem Ekonomi Campuran

Sistem Ekonomi Campuran gabungan dari sistem ekonomi pasar, sosialis, dan komunisme. Peran kekuasaan pemerintah relatif  besar terutama dalam menjalankan berbagai kebijakan ekonomi, moneter / fiskal, dan lain-lain. Dalam sistem ekonomi campuran adanya campur tangan pemerintah terutama untuk mengendalikan kehidupan/pertumbuhan ekonomi, mencegah adanya konsentrasi yang terlalu besar ditangan satu orang atau kelompok swasta seperti UMR,UMP, juga untuk melakukan stabilisasi perekonomian, mengatur tatatertib serta membantu golongan ekonomi lemah.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s